Menurut Dr. M. Quraish Shihab kata syukur ini berasal dari kata “syakara” yang berarti “membuka”, sehingga ia merupakan lawan dari kata “kafara” (kufur) yang berarti menutup atau melupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt[3].
2. jumlah kata syukur nikmat dalam al quran
Kata “Syukur” dan yang seakar dengannya disebutkan sebanyak 75 kali dalam al-Quran. Menariknya, kata al-Quran juga menyebutkan sejumlah yang sama (75 kali) untuk kata “Bala’” (Musibah). Sebagian mufassir mengatakan bahwa sepertinya hal ini mengindikasikan bahwa Allah SWT ingin mengatakan bahwa adanya musibah itu karena kurangnya bersyukur kepada Allah SWT.
3. makna syukur
Makna Syukur dalam Al-Quran
Banyak manusia stress dalam kegelisahan karena tidak mampu menikmati apa yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemahaman kita terhadap makna syukur atas nikmat Allah. Karena mestinya dia yakin bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya adalah yang terbaik untuk dirinya, sehingga dia bersyukur. Rasul saw pernah bersabda bahwa orang yang paling bersyukur ialah manusia yang paling qanaah (menerima pemberian Allah) dalam kehidupannya, sedang manusia yang paling kufur adalah manusia yang rakus dan tamak. Karena orang yang rakus itu tak pernah menikmati yang sudah ia terima, tapi ia masih terus berangan-angan terhadap apa yang belum ia miliki.nilai dari syukur
Terdapat beberapa nilai dari bersyukur menurut Al-Quran sebagai berikut:
- Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang memberikan nikmat bagi diri kita sendiri
- Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang bersiap menerima tambahan nikmat Allah
- Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang membentengi diri kita dari siksa Allah (rujuk kembali An-Nisa:147 dan Ibrahim: 7)
- Ketika kita bersyukur, maka kita akan selalu merasa tentram karena merasa semua yang terjadi adalah yang terbaik bagi dirinya menurut Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan salah satu hadits qudsi yang berbunyi[7]:
قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ
مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه
الطبرانى عن ابى هريرة)
“Allah
berfirman dalam hadits qudsi-Nya: “wahai anak Adam, bahwa selama engkau
mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku,
berarti engkau telah mendurhakai Aku!”. (H.R Thabrani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar